Banyak diantara kaum muslimin yang mengaku pernah berjumpa dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- di dalam mimpi. Mereka begitu bergembira mendapatkan hal tersebut padahal belum tentu orang yang dilihatnya (dalam mimpi) tersebut adalah benar-benar Beliau. Banyak diantara mereka yang apabila ditanya, "Dari mana kamu tahu bahwa dia adalah Rosululloh?" Mereka menjawab, "Ya, tidak tahu! Hanya saja hati saya mengatakan demikian.". Jika demikian halnya, bukanlah hal yang mustahil apabila setan yang telah ditemuinya dengan maksud untuk menipunya. Terlebih lagi, seringkali dengan dalih mimpi bertemu Rosululloh yang mengajarkan padanya bacaan atau amalan yang tidak pernah ada tuntunannya maka dia menolak kebenaran yang telah nampak di hadapannya.
Selasa, 09 September 2014
Senin, 08 September 2014
Takdir Tak Bersalah Padamu
Takdir,
itulah yang sering dijadikan kambing hitam atas perbuatan buruk yang
telah kita lakukan. Kita tidak segan untuk mengatakan, "Mungkin ini
sudah takdir saya!" atas perbuatan dosa dan kemaksiatan yang telah kita
perbuat. Padahal seluruh perbuatan dosa dan kemaksiatan kitalah yang
melakukannya sedangkan takdir tidak pernah memaksa kita untuk
melakukannya. Apakah kita mengatakan
perkataan itu sebagai bentuk membenarkan perbuatan dosa dan kemaksiatan
yg telah kita perbuat? Agar kita mendapatkan kompensasi dari manusia?
Betapa naifnya diri kita ini...
Benar bahwa Alloh telah menentukan takdir seluruh makhluk jauh sebelum makhluk tsb diciptakan. Bahkan takdir seluruh manusia pun telah dituliskan dlm kitab takdir yg disimpan diantara kedua mata. Takdir tersebut meliputi segalanya yg akan terjadi pd hidup kita, hingga apakah kita termasuk penduduk neraka ataukah termasuk penduduk surga. Namun, apakah kita boleh menyalahkan takdir atas perbuatan buruk yg tlh kita lakukan?
Benar bahwa Alloh telah menentukan takdir seluruh makhluk jauh sebelum makhluk tsb diciptakan. Bahkan takdir seluruh manusia pun telah dituliskan dlm kitab takdir yg disimpan diantara kedua mata. Takdir tersebut meliputi segalanya yg akan terjadi pd hidup kita, hingga apakah kita termasuk penduduk neraka ataukah termasuk penduduk surga. Namun, apakah kita boleh menyalahkan takdir atas perbuatan buruk yg tlh kita lakukan?
Walau Tampilan Preman, yang Penting Kan Hatinya Baik?!
Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- pernah bersabda (yang artinya) :
"Sesungguhnya Alloh tidak memperhatikan rupa atau harta yang kalian miliki. Tetapi Alloh melihat hati dan amalan kalian." [HR. Muslim]
Ketahuilah bahwa maksud hadits di atas adalah bahwa perbedaan derajat manusia di sisi Alloh tidak berdasarkan pada warna kulitnya, tidak pula berdasarkan jelek atau rupawannya, dan tidak pula memandang kaya ataupun miskin. Akan tetapi, derajat seseorang di sisi Alloh itu ditentukan berdasarkan hati dan amalannya. Maksudnya ialah dalam hatilah tempatnya rasa cinta (Mahabbah), rasa takut (Khouf), rasa harap (Roja'), iman, takwa, tawakkal, sabar, ikhlash, khusyu', keyakinan (Aqidah), dan sebagainya. Bahkan ilmu pun bersemayam di dalam hati. Semua yang telah disebutkan itu dikenal sebagai amalan hati.
Rabu, 03 September 2014
Tips Agar Bisa Memaafkan Orang yang Telah berbuat Salah Kepada Kita
Di bawah ini adalah beberapa alasan saya untuk memaafkan orang yang berbuat salah kepada saya. Mudah-mudahan bisa membantu para pembaca dalam memperoleh sifat pemaaf. Alasan-alasan tersebut ialah :
1. Ingatlah bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada yang ma'shum. Semuanya pasti berbuat salah, baik secara sadar ataupun tidak sadar. Termasuk pula diri kita sendiri. Akan tetapi, sebaik-baik manusia ialah yang menyadari kesalahannya lalu memperbaikinya. Sehingga apabila kita memaafkan orang yang telah berbuat salah kepada kita, pada hakikatnya kita telah membantunya untuk menjadi sebaik-baik manusia. Namun, sebaliknya jika kita tidak memberikan maaf, sejatinya kita telah menghalang-halanginya menjadi sebaik-baik manusia, menghalanginya dari kebaikan. Bukankah menghalang-halangi seseorang dari kebaikan itu termasuk perbuatan yang tercela?
1. Ingatlah bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada yang ma'shum. Semuanya pasti berbuat salah, baik secara sadar ataupun tidak sadar. Termasuk pula diri kita sendiri. Akan tetapi, sebaik-baik manusia ialah yang menyadari kesalahannya lalu memperbaikinya. Sehingga apabila kita memaafkan orang yang telah berbuat salah kepada kita, pada hakikatnya kita telah membantunya untuk menjadi sebaik-baik manusia. Namun, sebaliknya jika kita tidak memberikan maaf, sejatinya kita telah menghalang-halanginya menjadi sebaik-baik manusia, menghalanginya dari kebaikan. Bukankah menghalang-halangi seseorang dari kebaikan itu termasuk perbuatan yang tercela?
Obrolan Dengan Sang Adik : Perihal Pakaian
"A, sewaktu saya kerja di pabrik ada beberapa orang yang mengatakan pada saya, 'Ini nih, pasti kamu dari golongan itu ya? Lihat aja celanamu cingkrang...' ", kata adik saya sambil mengaitkan jaket pada paku yang tertancap di tembok tidak jauh darinya.
"Terus kamu jawabnya gimana?"
Minggu, 31 Agustus 2014
Benarkah Wanita Tercipta dari Tulang Rusuk Pria?
Seringkali saya mendengar sebagian pria berucap, "Duh, dimanakah tulang rusukku yang hilang?" atau "Kemana lagikah aku harus mencari tulang rusukku yang hilang?", atau "Engkaulah tulang rusukku yang hilang, yang telah lama aku cari", dan ucapan-ucapan lainnya yang semakna dan setujuan. Ucapan tersebut terlontar sebagai perumpamaan untuk seorang kekasih (yang pastinya seorang wanita) yang telah lama ditunggu-tunggunya. Ucapan ini juga begitu masyhur (familiar) di tengah-tengah masyarakat karena perumpamaan ini dikenal berdasarkan pada kisah penciptaan Nabi Adam, yang istrinya (yaitu Hawa) diciptakan dari tulang rusuknya.
Dari hal tersebut muncullah pertanyaan, "Apakah pernyataan bahwa wanita itu tercipta dari tulang rusuk laki-laki hanyalah sebatas perumpamaan saja ataukah memang benar-benar wanita itu tercipta dari tulang rusuk?". Oke-lah, daripada lama-lama berbasa-basi kita langsung saja ke kemungkinan jawab :
Merokok? Tahu Diri, Tahu Waktu, dan Tahu Tempat, Dong!
Merokok identik sekali dengan kelaki-lakian, bahkan sebagian orang berpendapat bukan lelaki namanya kalau tidak merokok. Walaupun hanya sekedar menghisap asap tapi entah mengapa hal itu menjadi ngetren dikalangan para lelaki. Pagi-pagi sudah nyeruput secangkir kopi plus asap ngebul keluar dari mulut dan lubang hidung. Katanya sih, mereka lebih tahan untuk tidak makan daripada tidak merokok karena kalau tidak merokok mulut berasa asam dan timbul perasaan gelisah tak karuan. Mungkin itu salahsatu alasan dari mereka yang sudah kecanduan rokok. Lain lagi halnya dengan salahsatu supir angkot kalijati-subang yang berpendapat bahwa merokok itu sebaiknya jangan dirutinkan, ngga baik, katanya. Merokok boleh-boleh saja, terutama kalau mau sedikit nampang dihadapan para wanita, katanya lagi. Yaa, begitulah sebagian alasan dari mereka yang suka merokok.
Jumat, 29 Agustus 2014
Apakah Ada Manusia Lain di Luar Sana?
Sekarang kita berpindah ke
point satu dari tulisan Kang Autumnfairy, Manusia Lain di Planet Lain :
===================================
“Apakah Tuhan memang
menciptakan Adam sebagai manusia pertama di Bumi? Mungkin. Tapi, kalian semua
pasti tahu, Planet Bumi hanyalah segelintir butiran pasir pada tepi pantai yang
luar biasa luas. Sistem Matahari (Tata Surya) kita pun, bukanlah apa-apa
dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya. Bahkan, Galaksi Bima Sakti (Milky
Way) pun bukanlah merupakan galaksi yang terbesar. Sangatlah mungkin jika
terdapat berjuta-juta planet lain yang sangat mirip dengan Bumi, dan (tentu
saja) memiliki spesies Manusia yang lebih tua, diciptakan jauh sebelum masa
(nabi) Adam di Bumi.”
===================================
Apakah Ada Kholifah Sebelum Manusia?
Adalah filsafat yang
membongkar segala macam ilmu dari akarnya. Berkatnya-lah berbagai bidang ilmu
dunia mencapai kejayaan. Gerakannya kolosal, tak terikat oleh norma-norma
tertentu bahkan hingga norma agama. Filsafat ini erat kaitannya dengan berfikir
kritis sehingga saya sangat menyukainya. Walaupun terkadang ketika pikiran
sedang penat, saya merasa pusing disuguhi pemikiran-pemikiran yang kritis.
Selain itu, kesukaan saya terhadapnya tidaklah membuat saya mengambil
keseluruhan bagiannya. Saya hanya mengambil apa yang saya perlukan dalam
berpikir kritis yang dicanangkan olehnya. Ini saya lakukan sebagai bentuk
perhatian terhadap nasehat-nasehat dari para ‘ulama mengenai “keburukan”
filsafat dalam memandang agama. Sebagai contoh ialah Al-Imam Abu Hamid Al-Ghozali
–Rohimahulloh-, diakhir hayatnya berpendapat bahwa filsafat tidak
menambah ilmu dan keyakinan. Bahkan Al-Imam Asy-Syafi’i –Rohimahulloh-
pun pernah berkata, “Tidak ada satu pun yang lebih aku benci daripada ilmu
filsafat dan ahli filsafat.”.
Langganan:
Postingan (Atom)