Laman

Tampilkan postingan dengan label Para Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Para Sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

Hadits Tentang Tsalabah bin Hathib -Rodhiyallohu 'Anhu-

-->
Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullah

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bawardy, Al-Baghawy, Ibnu Qani', Ibnu Sakan, Ibnu Syahiin, Thabrany, Dailamy dan Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul (hal. 191-192). Semua meriwayatkan dari jalan Mu'aan bin Rifa'ah As-Salamy dari Ali bin Yazid dari Al-Qasim bin Abdur Rahman dari Abu Umamah Al-Baahiliy, ia berkata :

"Bahwasanya Tsa'labah bin Hathib Al-Anshary datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu ia berkata : 'Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah agar aku dikaruniai harta'.
Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Celaka engkau wahai Tsa'labah ! Sedikit engkau syukuri itu lebih baik dari harta banyak yang engkau tidak sanggup mensyukurinya. Apakah engkau tidak suka menjadi seperti Nabi Allah ? Demi yang diriku di tangan-Nya, seandainya aku mau gunung mengalirkan perak dan emas, niscaya akan mengalir untukku".

Senin, 08 Oktober 2012

Ringkasan Daurah Meniti Jejak Para Sahabat

Narasumber : Al-Ustadz Abu Qatadah Al-Atsary Hafidzahullah
Tema : Meniti jejak Para Sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam
Waktu& tempat : Bandung, 24 Maret 2012, pukul 16.30-18.00 WIB

I. Definisi Sahabat
->Al-Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani berkata : "Sahabat ialah setiap yang bertemu dengan Nabi Shalallahu 'alahi wasallam lalu beriman kepadanya dan ia meninggal dalam keadaan islam."

berdasarkan ucapan beliau, maka terdapat batasan siapa yang disebut sahabat, yaitu :

1. Telah tetap bertemu dengan Nabi Shalallahu 'alaihi Wasallam, baik sejenak, sebulan, ataupun setahun. sehingga tidak terkantung dengan seberapa lamanya bertemu.
2. Beriman kepada Nabi Shalallahu 'alaihi Wasallam disaat beliau masih hidup.
3. Meninggal dalam keadaan Islam.