Laman

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2014

Ciri-Ciri Imam Mahdi


Salahsatu tanda dekatnya hari kiamat adalah diutusnya seorang laki-laki yang akan memimpin kaum muslimin. Dia akan menegakkan kembali kekholifahan, menegakkan kembali syari'at islam yang ditinggalkan oleh manusia. Dia akan membawa islam dan kaum muslimin kembali ke masa kejayaannya. Pada saat itulah, islam kembali berjaya di muka bumi hingga orang-orang kafir tidak bisa berbuat apa-apa, mereka semua tunduk di bawah kepemerintahannya. Kaum muslimin pada saat itu akan hidup dengan penuh kebaikan, sejahtera. Bahkan hingga seorang dari kaum muslimin yang akan bersedekah atau menunaikan zakat tidak menemukan seorang pun yang mau menerima sedekah atau zakatnya karena mereka telah merasa cukup. Pada saat kepemimpinannya, bumi akan mengeluarkan tanaman-tanamannya, buahan-buahannya sehingga permukaan bumi menjadi subur, hijau dengan pepohonan. Saat itulah, kehidupan yang penuh berkah sekali lagi terjadi di muka bumi.

Ciri-Ciri Nabiyulloh 'Isa Ibnu Maryam

Sesungguhnya Nabiyulloh Al-Masih 'Isa Ibnu Maryam -'Alaihissalam- akan turun ke dunia untuk membunuh Al-Masih Ad-Dajjal. Turunnya beliau ke dunia merupakan salahsatu dari 10 tanda besar hari kiamat yang diberitakan oleh Rosululloh Muhammad -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- yaitu keluarnya Al-Masih Ad-Dajjal, turunnya 'Isa Ibnu Maryam, keluarnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj, munculnya makhluk melata (Daabbah) yang bisa berbicara, terbitnya matahari dari barat, munculnya asap tebal (Dukhon), tiga kali bumi akan dibenamkan sekali di timur, sekali di barat, dan terakhir di semenanjung arab, serta keluarnya api dari arah Yaman yang akan menggiring manusia ke padang mahsyar. Oleh sebab itu, perlu kiranya kita mengenal seperti apakah ciri-ciri beliau sehingga kita tidak tertipu oleh orang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi 'Isa.

Berikut adalah ciri-ciri beliau berdasarkan hadits-hadits shohih :

Selasa, 09 September 2014

Akhir Hayat Para Pencara Agama Haq Sebelum Masa Kenabian

4 orang laki-laki pencari agama yang hak sebelum datang masa kenabian Rosululloh Muhammad -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- :

1. Waroqoh bin Naufal
2. Ubaidillah bin Jahsy
3. 'Utsman bin Al-Huwairits
4. Zaid bin 'Amr 


Akhir Hayat :

Ciri-Ciri Fisik Rosululloh

Banyak diantara kaum muslimin yang mengaku pernah berjumpa dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- di dalam mimpi. Mereka begitu bergembira mendapatkan hal tersebut padahal belum tentu orang yang dilihatnya (dalam mimpi) tersebut adalah benar-benar Beliau. Banyak diantara mereka yang apabila ditanya, "Dari mana kamu tahu bahwa dia adalah Rosululloh?" Mereka menjawab, "Ya, tidak tahu! Hanya saja hati saya mengatakan demikian.". Jika demikian halnya, bukanlah hal yang mustahil apabila setan yang telah ditemuinya dengan maksud untuk menipunya. Terlebih lagi, seringkali dengan dalih mimpi bertemu Rosululloh yang mengajarkan padanya bacaan atau amalan yang tidak pernah ada tuntunannya maka dia menolak kebenaran yang telah nampak di hadapannya.

Senin, 17 Februari 2014

Obrolan Dengan Sang Adik : Perihal Takdir


***

"Jodo, pati, bagja, cilaka, keempat itulah yang sering diucapkan oleh sesepuh-sesepuh kita sebagai takdir yang telah Alloh tetapkan untuk manusia. Padahal didalam hadits tidak seperti itu, melainkan Alloh telah menetapkan 4 hal ketika seseorang itu masih berumur 120 hari didalam kadungan ibunya. 4 hal tersebut ialah rizki, ajal, amal, dan bahagia/celaka. Hadits tsb diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim. Jadi, ucapan sesepuh-sesepuh kita itu belum tepat.", begitulah yang aku ucapkan ketika obrolan mengenai orang yang tak dapat jodoh hingga wafat mulai menghangat antara aku dan adikku.

"Lha, terus kaitan jodoh dengan yang 4 hal tadi, apa?", tanya adikku.

Selasa, 02 April 2013

Akibat Mendahului Gerakkan Imam Sholat



Dahulu ada seorang Syaikh ahli hadits yang mengajarkan hadits-hadits di daerah Dimasyq. Dan Syaikh tersebut memiliki murid yang cukup banyak. Setiap kali Syaikh tsb menyampaikan ilmu maka Syaikh membuat tabir atau penutup wajah antara dirinya dengan para murid sehingga selama mereka belajar di sana tidak pernah sekali pun mereka melihat wajah gurunya. Rasa penasaran para murid pun semakin menjadi, hingga salah seorang diantara mereka yang merupakan murid yang paling semangat dalam menuntut ilmu dan paling cerdas membuntuti Syaikh hingga sampai dirumahnya. Akhirnya, Syaikh pun mengetahui hal tersebut dan kemudian Syaikh bertanya kepada muridnya itu tentang maksud dan tujuannya melakukan hal tersebut.

“Ya, Syaikh! Engkau adalah guru kami dan kami sangat menghormatimu. Kami telah belajar kepadamu beberapa lama akan tetapi kami tidak pernah sekali pun melihat wajahmu, engkau selalu menutupnya dari kami. Oleh karena itu, kami penasaran akan hal itu maka ijinkanlah kami untuk melihat wajahmu agar kami dapat mengenalimu jika bertemu dijalan sehingga kami dapat melakukan penghormatan kepadamu selayaknya penghormatan seorang murid kepada gurunya!”, Ucap Sang Murid berusaha menerangkan kepada Syaikh.

Senin, 21 Januari 2013

Dajjal Sudah Ada Di Sebuah Pulau

-->
“Wahai, Shohabiyah Nabi! Sudikah anda memberitahukan kepadaku tentang suatu hadits yang anda sendiri mendengarnya langsung dari Rosululloh?”, tanya Imam Asy-Sya’bi kepada Fathimah binti Qois yang berada dibalik Hijab (tabir).
“Ya, jika itu yang kau mau, aku akan sampaikan kepadamu mengenai suatu hadits tersebut...!”, jawab Fathimah bin Qois.
“Baiklah, Wahai Shohabiyah Rosul! Sampaikanlah kepadaku...”, ucap Imam Asy-Sya’bi dengan gembira karena akan mendapatkan salahsatu dari dua pusaka Nabi yg mulia itu.
Kemudian, dengan segera beliau (Fathimah binti Qois) menuturkan sebuah kisah :
Siang hari itu, aku mendengar suara orang yang berseru dengan suara lantang yang ternyata setelah aku lihat, orang itu adalah penyeru Rosululloh. ”Ash-Sholatu Jami’ah, Ash-Sholatu Jami’ah”, itulah suara yang aku dengar dari ucapan penyeru tersebut yang merupakan panggilan untuk melaksanakan sholat berjama’ah bersama dengan Kekasih-ku, Rosululloh Muhammad. Segera tanpa fikir panjang, aku pun bergegas pergi ke masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku, begitu pula dengan yang lainnya, mereka semua pun bergegas untuk pergi ke masjid. Setelah semua telah berkumpul, kami pun sholat bersama dengan Rosululloh, sedangkan aku saat itu berada di Shof (barisan) paling belakang, tepat di belakang Shof laki-laki. Setelah beberapa lama kemudian, sholat pun akhirnya usai lalu Rosululloh pun bersegera duduk di atas mimbar dengan dibarengi senyumnya yang indah dan menawan itu,